Membangun server virtual menggunakan Oracle VirtualBox dengan Debian Linux — dari instalasi hingga deployment layanan.
Cloud Computing membahas konsep komputasi awan dari dasar hingga praktik langsung. Fokus utama adalah membangun server virtual menggunakan Oracle VirtualBox dengan Debian Linux sebagai sistem operasi guest.
Hampir semua layanan digital berjalan di atas infrastruktur cloud. Memahami cara kerja server virtual adalah fondasi penting bagi setiap calon developer dan engineer masa kini.
Pasang Oracle VirtualBox di host. Atur alokasi RAM, CPU, dan ukuran storage untuk VM.
Mount ISO Debian ke optical drive virtual, jalankan instalasi minimal tanpa GUI.
Pilih mode jaringan Bridge atau NAT agar VM terhubung ke jaringan lokal dan internet.
Instalasi Apache, SSH, dan FTP. Uji akses dari host ke VM lewat browser dan terminal.
Pantau server dengan htop, df -h, dan netstat dari CLI Debian.
# Update sistem terlebih dahulu root@debian:~# apt update && apt upgrade -y Reading package lists... Done # Install web server Apache root@debian:~# apt install apache2 -y Setting up apache2 (2.4.57-2) ... # Cek status service root@debian:~# systemctl status apache2 ● apache2.service - The Apache HTTP Server Active: active (running) # Lihat IP address VM root@debian:~# ip addr show enp0s3 inet 192.168.1.105/24 brd 192.168.1.255 # Aktifkan firewall untuk HTTP dan SSH root@debian:~# ufw allow 80/tcp && ufw allow 22/tcp Rule added. Firewall is active.
Pertama kali berhasil mengakses server Debian dari browser host menggunakan IP address VM — itu momen yang tidak terlupakan. Seperti membuka pintu ke dunia infrastruktur yang sesungguhnya.
— Fajar Ramadhan, Kelas 04TPLP010Konfigurasi jaringan VirtualBox cukup membingungkan. Memilih antara Bridge, NAT, atau Host-Only butuh pemahaman topologi jaringan yang lebih dalam.
Saat ping dari host ke VM berhasil dan website percobaan bisa diakses dari browser — semua kerja keras terasa terbayar lunas.
Matakuliah ini membuat saya lebih percaya diri di terminal Linux. CLI ternyata lebih efisien dari GUI untuk mengelola server.
Konsep ini langsung relevan di dunia kerja: VPS, cloud server, dan container semuanya menggunakan prinsip yang sama.
UNPAM adalah tempat saya menemukan passion di bidang teknologi. Dengan dosen berpengalaman dan lingkungan belajar yang suportif, setiap semester terasa seperti investasi nyata.
Matakuliah Cloud Computing menjadi salah satu yang paling berkesan — tidak sekadar teori, tapi langsung praktik membangun server nyata di laboratorium kampus.